Anggota Sujud dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis (Kajian Empat Mazhab Fikih)
Abstract
Abstrak: Amalan yang pertama kali dipertanggungjawabkan di akhirat kelak adalah ibadah salat, sehingga sebagai seorang muslim wajib memahami syari’at Islam yang berkaitan dengan salat baik salat fardhu ataupun salat sunnah, kedudukan salat pada hakikatnya sudah disinyalir dalam ajaran Islam agar dilaksanakan setiap muslim dalam keadaan apapun selama tidak dalam keadaan yang menghalangi dirinya untuk melaksanakan salat seperti haid, nifas, dan sebagainya, keadaan normal walaupun seseorang itu dalam keadaan sakit ataupun bepergian tetap diwajibkan untuk melaksanakan salat. Tuntunan Islam bagi setiap muslim untuk melaksanakan salat dalam keadaan sakit meliputi beberapa tahapan yaitu dengan berdiri, apabila tidak mampu maka dapat melaksanakannya dengan duduk, tidur miring, kemudian terlentang dan alternatif terakhir adalah dengan isyarat, kemudian bagi seseorang yang bepergian dengan jarak tempuhnya yang jauh maka dalam Islam diberikan sebuah keringanan dengan jamak/qasar. Pentingnya ibadah salat maka rukun, syarat sah dan hal yang membatalkan salat haruslah diketahui oleh setiap muslim, seperti halnya dalam rukun salat terdapat gerakan sujud dalam setiap rakaat. Sujud sendiri merupakan posisi menurunkan seluruh anggota tubuh menghadap kepada tempat sujud dengan posisi 7 anggota sujud yang harus berada di tanah (tempat sujud). Sujud merupakan posisi terendah seorang makhluk kepada tuhan-Nya karena dalam sujud seseorang memposisikan dirinya adalah seseorang yang membutuhkan tuhan sehingga dalam pelaksanaannya pun harus sesuai dengan syari’at Islam yang berlaku. Namun masih belum dijelaskan secara detil aturan gerakan yang sesuai tuntunan syari’at sehingga membutuhkan sumber hukum Islam yang lainnya yaitu as-sunnah/hadis.
References
Abbas Arfan. Fiqh Ibadah Praktis Perspektif Perbandingan Mazhab. Malang: UIN Maliki Press, 2017.
Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam. Syarah Hadis Pilihan Bukhari Muslim. Jakarta: Darul Falah, 2019.
Abdul Qadir ar-Rahbawi. Biografi Imam Empat Mazhab dan Imam Perawi Hadis, judul asli As-Sholah ‘Ala al-Madzahib al-Arba’ah, Terj. Abu Firly Bassam Taqly, Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2017.
Abu al Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Ibnu RusydAl-Qurthubi. Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid, Kairo: Darul Hadits, 2004.
Abu Dawud As-Sijistani. Sunan Abu Dawud. Kairo: Darul Hadis, 1989.
Abu Isa At-Tirmidzi. Sunan at-Tirmidzi. Kairo: Darul Hadis, 1989.
Faidullah al-Husni. Fathurrahman Litholabi Ayatil Qur’an. Indonesia: Maktabah Rohalan, t.t.
Muhammad Bagir Al-Habsyi. Fiqh Praktis: Menurut Al-Qur’an, As-Sunnah dan Pendapat Ulama. Bandung: Penerbit Mizan, 2002.
Muhammad bin Isma’il Al-Bukhari. Shahih al-Bukhari, Kairo: Darul Hadis, 1989.
Rizem Aizid. Kitab Terlengkap Biografi Empat Mazhab. Yogyakarta: Saufa, 2016.
Sulaiman Rasjid. Fiqih Islam (Hukum Fiqh Islam). Bandung: Sinar Baru Al-Gensido, 1994
Wahbah Zuhaili. Fiqhul Islam Waadillatuh. Bairut: Dar al-Fikr, 2002.
Zulkayandri. Fiqih Muqaran. Riau: Program Pasca Sarjana UIN Suska, 2008.
Copyright (c) 2022 Nur Azizah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.