PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SANTRI BERBASIS METODE KHOLWAT

  • Moh Ismail Universitas Sunan Giri Surabaya
  • Djamali Universitas Sunan Giri Surabaya
  • Harits Nu'man Universitas Sunan Giri Surabaya

Abstract

Character education has a role in building religious character for students, one of which is to improve moral habits for students. In addition, the formation of religious character can be built through the kholwat method which focuses on good spiritual attitudes for students' habits. This research method uses the library research method, namely research carried out using literature, both in the form of books, notes, and reports on research results and previous research. The results of this study can conclude the process of implementing the kholwat method in shaping the religious character of students by means of intention, fasting, speaking less, tawasul and dhikr, reducing sleep at night, reducing eating and drinking, daimul ablution, not taking a bath during the day, taking a bath with the intention of repentance at at night, sunnah prayers, and meditation.

References

A. Hamid. (1982). Pengantar Ilmu Agama “Jalan Seni Hidup”. Malang: PP. Baiturrohmah.

Amin, Fathul. Setyono, Darwan. (2021). PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI BERDASARKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN. Tadris : Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan Islam, 15(1), 1-23. https://doi.org/10.51675/jt.v15i1.124

Ancok, Suroso. (2001). Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arief Furqan. (1992). Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional

Chaer, Moh. Thoriqul. (2016) “Self-Efficacy dan Pendidikan (kajian Teori Kognitif Sosial dan Implikasinya dalam Pendidikan Agama Islam). Al-Murabbi,: Jurnal Studi Kependidikan dan Islam 3. No. 1.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia.

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lexy J. Moleong. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002, Cet. Ke-16

M. Iqbal Hasan. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

M. Thaib Thohir Abdul Muin. (1986). Ilmu Kalam (Jakarta: Widjaya, 1986).

M.Amin Abdullah. (2000). Metodologi Studi Agama, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maimun Aqsha Lubis, & Roslan Aspar. (2005). “Kaedah Pengajaran Pengetahuan Agama Islam Di Brunei Darussalam. Jurnal Pendidikan”.

Mestika Zed. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Nikko Syukur Dister (1982), Psikologi Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Noeng Muhajir. (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Surasin, edisi ke-III, Cet. Ke-7

Purwati, Eni, dkk. (2014), Pendidikan Karakter, (Menjadi Berkarakter Muslim Muslimah Indonesia). Surabaya: Kopertais IV Press.

Ramayulis. (2012). "Ilmu Pendidikan Islam" (Jakarta: Kalam Mulia Group, Cet.9).

Sa’id Hawa, (2006) Pendidikan Spiritual, terj. Abdul Munib, M.Ag. Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Sanerya Hendrawan. (2009). Spiritual Management (Bandung: Mizan, 2009).

Sholihin M. dan Anwar Rosyid M. (2004). Akhlak Tasawuf Manusia, Etika dan Makna Hidup Bandung: Nuansa.

Yanuardianto, “Teori Kognitif Sosial Albert Bandura (Studi Kritis Dalam Menjawab Problem Pembelajaran di MI).”

Yolanda Hani Putriani. (2015). Pola Perilaku Konsumsi Islami Mahasiswa Muslim Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Airlangga Ditinjau Dari Aspek Religiusitas, Jurnal JESTT Vol.2 No.7 Juli 2015. Surabaya: Universitas Airlangga.

Zakiyah Daradjat. (1973). Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.

Zubaedi. (2007). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren Kontribusi Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh dalam Perubahan Nilai-Nilai Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zubaedi. (2012). "Desain Pendidikan Karakter" (Jakarta : Kencana Prenada Media Group,Cet.2).

Published
2022-12-28
How to Cite
Ismail, M., Djamali, & Nu’man, H. (2022). PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SANTRI BERBASIS METODE KHOLWAT. Tadris : Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan Islam, 16(2), 1-11. https://doi.org/10.51675/jt.v16i2.347