Ihdad Suami Perspektif Maslahah Mursalah

  • Yudi Arianto Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban
  • Muhammad Za’im Muhibbulloh Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban
  • Rinwanto Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban
Keywords: Ihdad, Fikih, Maslahah Mursalah

Abstract

Ihdad dalam istilah fikih yaitu masa berkabung bagi seorang istri yang ditinggal mati suaminya dengan cara meninggalkan berhias atau wewangian, serta bertujuan sebagai simbol berduka cita dan menghindari fitnah. Dari keterangan di atas, bisa difahami bahwa yang wajib berkabung ialah istri yang ditinggal mati oleh suaminya. Namun dalam Kompilasi Hukum Islam disebutkan bahwa suami yang ditinggal mati oleh istrinya juga melakukan berkabung. Hal tersebut tertuang dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 170 ayat 2. Hal ini menarik untuk ditela’ah penulis menggunakan analisis maslahah mursalah guna mencari nilai kemaslahatan dari adanya pasal tersebut. Sehingga dalam penelitian ini permasalahan yang akan diteliti adalah, pertama, bagaimana konsep ihdad bagi suami dalam kompilasi hukum Islam, kedua, bagaimana syara’ dalam hal ini fikih merumuskan konsep ihdad itu sendiri. Manfaat yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah, pertrama, untuk mengetahui  konsep ihdad bagi suami dalam kompilasi hukum Islam. Kedua, mengetahui syara’ dalam hal ini fikih dalam rumusannya terkait konsep ihdad. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis ialah penelitian kepustakaan yaitu studi yang semua bahannya dari buku bacaan. Dalam menganalisis data kepustakaan menggunakan content analisis, induktif, yakni meneliti secara dalam bahan kepustakaan, kemudian menggambarkan tentang ihdad secara umum kemudian ditarik sebuah kesimpulan yang khusus tentang suami ber-ihdad dalam Kompilasi Hukum Islam.

References

Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Direktorat Jendral Departemen Agama, 2000.
Kumpulan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia. Surabaya: ARKOLA, 2005.
Abu Bakar ibn Shata’ al-Dimyati. ‘I’anah al-TalibinVol. 4. t.t.: Daar al-Fikr, 1997.
Abu Bakar ibn Mas’ud al-Hasani. Bada’iu as-Sana’i, Vol. 3. Kairo: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1986.
Abu Ishaq al-Shatibiy. al-Muwafaqat fi Ushul al-Shari’ah,vol. 2. Kairo: Dar al-Hadith, 2005.
Abdurrahman Ghazaly. Fikih Munakahat. Jakarta: Kencana, 2003.
Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Kencana,2000.
Abdul Wahhab Khalaf. Ilmu Ussul al-Fiqh. Singapura: al-Haromain, 2004.
Ahmad Rofiq. Hukum Islam Di Indonesia. Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 2000.
Dahlan Tamrin. Filsafat hukum Islam. Malang: UIN malang Pers, 2007.
Daud Ali. Hukum Islam Suatu Pengantar Dalam Mengenal Hukum. Jakarta: Cendana Media group, 2006.
Husayn Hamid Hassan. Naz}arariyyat al-Maslahah Fi al-Fiqh al-Islamiy. Beirut: Dar al-Nahdlah al-‘Arabiyyah, 1971.
Ibnu Rushd. Bidayatul Mujtahid,Vol. 2. Surabaya: al-Hidayah, 2000.
Malik bin Anas bin Malik. al-Muwatta’. t.t: t.tp, 2004.
Muhammad ibn Abdu Allah. Sharakh Mukhtasar lil Sharkhasiy Vol.4. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, t.th.
Muslim ibn al-Hajjaj al-Naysaburi. Sahih Muslim,Vol.2. Beirut: Dar Ihya’ al-Turath, t.th.
Mustafa Dib al-Bugha. Athar al-‘Adillah al-Mukhtalaf Fiha. Damaskus: Dar al-Qalam, 1993.
Nasroen Haroen. Ushul Fiqh. Jakarta: Logos, 1996.
Sayyid Sabiq. Fikih Sunnah Vol. 8, Terj. Moh.Talib. Bandung: al-Ma’arif, 1990.
Slamet Abidin Aminuddin. Fiqih Munakahat Vol. 2. Bandung: Pustaka Setia, 1999.
Supriatna. Fikih Munakahat II. Jakarta: Teras, 2009.
Syaiful Hidayat. “Maslahah Sebagai Metode Penggalian Hukum”,jurnal Tafaqquh. Vol. 1, No. 1, Juni 2013.
Syaikh Hasan Ayyub. Fikih Keluarga. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar,2006.
Tihami dan Sohari Sahrani. Fikih Munakahat: Kajian Fikih Nikah Lengkap. Jakarta: Rajawali Press, 2009.
Yahya harahap. Materi Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Peradilan Agama dan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Agustus, 1993.
Published
2022-04-26
Section
Articles