Telaah Biaya Produktifitas Pertanian Terhadap Prosentase Zakat Padi (Studi Analisis dengan Pendekatan Qiyās)

  • Yudi Arianto Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban
  • Pepsi Juwita Aditama Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban
  • Yuli Roisatul A Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban
Keywords: Produktifitas pertanian, zakat padi, qiyas

Abstract

Abstrak: Fenomena perawatan tanaman tidak hanya memerlukan air yang merupakan kebutuhan primer bagi makhluk hidup, tetapi perawatan yang lainnya juga diperlukan, seperti pengolahan tanah, pemberian pupuk, pestisida atau penggunaan obat-obatan pembasmi hama lainnya, pupuk dan air merupakan hal pokok bagi tanaman, tanaman tanpa pupuk dan pestisida walaupun dapat bertahan hidup namun tidak dapat berproduksi secara maksimal. Realita telah membuktikan bahwa sebagian daerah pembiayaan pupuk justru lebih mahal daripada pembiayaan air yang bisa dibilang lebih praktis dan ekonomis. Sulitnya mendapatkan pupuk juga merupakan kendala tersendiri bagi para petani  untuk mengolah pertaniannya. Ketika permasalahn perawatan ini dikaitkan dengan kewajiban yang harus dikeluarkan untuk zakat, maka banyak sekali proses pertanian yang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Beranjak dari kerangka ini, maka sudah selayaknya ada reformulasi produk hukum (fikih) untuk memberikan sebuah solusi sebagai jawaban atas problematika tersebut, agar tidak menjadi beban yang sangat berat khususnya bagi para petani. sehingga peranan istinbath al hukm disini sangat diperlukan, salah satunya adalah dengan konsep analogi (qiyas) yang dalam hal ini peng-qiyasan biaya pupuk dan sejenisnya dengan biaya pengairan, dimana akibat hukum yang lahir adalah prosentase pengeluaran zakat dari 10% menjadi 5%, lebih ringan karena ada beban biaya lebih yang harus ditanggung.

References

Abu Abdillah al-Hākim an-Nysabūri. al-Mustadrak ‘alā Ṣaḥīḥain. Jilid 1, Beirut: Dār al-Kutub ‘Alamiah, 1990.
Abu Hasan Ali bin kholāf bin Abdul Mālik. Syarh Ṣaḥīh Bukhāri. jilid 2, Riyaḍ:Maktabah al-Rusyd, 2003.
Abdul Humaid al-Syarwani. Hawāsyī Syarwāni ‘alā Tuhfatul Muhtāj Bi Syarhi al-Minhāj. Jilid 3, Dār al-Ṣhādir, t.t.
Abdullah Bin Mahmūd Bin Maudūd al-Mauṣhuli al-Hanafi. al-Ikhtiyār Li Ta’līlil Mukhtār. Jilid 1, Beirut: Dār al-Kutub al ‘alamiyah, 2005.
Abd. Rahman Dahlan. Ushūl Fiqh. Jakarta: Amzah, 2010.
Abdul Wahab Kholaf. Ilmu Ushūl al-Fiqh. Kuwait: Dār al-Qalam, 1978.
Abdul Wahid Rauf dkk. Peranan pupuk NPK pada tanaman padi, Departeman Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, loka pengkajian teknologi pertanian koya barat Irian jaya-2000.
Abū Umar Yusūf Bin Abdullah. al-Istidżkār al-Jāmi’ Li Madżāhibi Fuqohā’i Amṣhār, Jilid 3. Beirut: Dār al-Kutub ‘Alamiyah, 2000.
Ali Jum‘ah. Al-Makâyîl wa al-Mawâzîn asy-Syar‘iyyah. cet. 2, Kairo: Dâr ar-Risâlah, 2009.
Asy-Syirâzi. Al-Muhazzab fi al-Fiqh al-Imâm asy-Syâfi‘i. Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.t.
Hāfidz Zainuddin Abdir Rouf al-Manāwi. at-Taysīr bi Syarh Jāmi’ al-Shoghīr.Jilid 2. Riyadh: Dār al-Nasyr, 1988.
Ibn. Al-Mugniy Quddâmah al-Muqaddasi. Kairo: Maktabah al-Qâhirah, 1968.
Ibn. Tāj al-Dīn ‘ Abd al-Wahāb al-Subkī. Jam’u al-Jawāmi’. Semarang : Usaha Keluarga, t.t.
Mahyudi Syam dkk. Masalah Lapang Hama, Penyakit, Hara pada Padi, Cetakan 3. Bogor: Puslitbang, 2007.
Mālik bin Anas, al-Muwaṭa’. cetakan 3, Bairut: Dār al-Fikr, 2002.
Muhammad Bin Futūḥ al-Humaidi. al-Jam’u Bayna ṣaḥiḥain Bukhāri Wa Muslim. jilid 2, Beirut:Dār an-Nasyr, 2002.
Muhammad bin Muhammad al-Bābarti. al-‘Ināyah syarh al-Hidāyah. jilid 3, Maktabah Syamela.
Muṣṭafā Sa’id al-Khin. Asr al-Ikhtilāf fī al-Qawā’id al-Uṣūliyah fī Ikhtilāf al-Fuqahā’. Kairo: Mu’assasah al-Risālah, 1969.
Pusat Pengkajian Hukum Islam dan Masyarakat Madani, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. edisi revisi, Jakarta: Kencana, 2009.
Syamsuddin al-Qurthubi. al-Jāmi’ li-Aḥkāmil Qur’an. Jilid 7, Riyaḍ: Dār Alim al-Kutub, 2003.
Umar Abdullah. sullam al-Wuṣūl lī ‘Ilm al-Uṣūl, Cet. Ke -1, Mesir: Dār al-Ma’ārif, 1956.
Syarafuddin Musa Bin Ahmad Bin Mūsā Abu najā al-Hijāwi, Al- Iqnā’ Fī Fiqhi al-Imām Ahmad Bin Hanbal, Jilid 1. Beirut: Dār al-Ma’rifah, t.t.
Wahbah al-Zuhailīy. Ushūl al-Fiqh al-Islāmy. Jilid I, Damaskus : Dār al-Fikr, 2010.
Yusuf Qarḍawīy. Fiqh al-zakāt (Hukum Zakat), di alih bahasakan Salman Harun dkk, Cetakan 11. Bogor: Litera antar nusa, 2010.
Published
2021-10-26
Section
Articles