Nilai Hifz An-Nasl dalam Praktik Baganyi sebagai Sistem Ketahanan Rumah Tangga di Minangkabau
Abstract
Baganyi adalah proses awal dari perpisahan untuk memberi jeda bagi pasangan yang berkonflik. Proses baganyi diawali dengan usaha untuk menghindari konflik pasangan dalam rumah tangga dengan kepergian suami dari rumah secara resmi saat terjadi perselisihan. Praktik ini memungkinkan pasangan untuk menenangkan diri dan menghindari tindakan gegabah, yang dapat berpotensi memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana praktik baganyi berfungsi sebagai mekanisme proaktif dalam menjaga ketahanan rumah tangga di masyarakat Minangkabau dengan perspektif hifz an-nasl. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research yang bersifat deskriptif-analisis. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara mendalam di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam terhadap informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan teori ketahanan keluarga dari Froma Walsh dan teori hifz an-nasl. Hasil penelitian ini menyimbulkan bahwa tradisi baganyi yang dilakukan dalam masyarakat Palembayan mencerminkan sistem ketahanan keluarga yang kuat menurut kerangka Froma Walsh. Tindakan ini memungkinkan keluarga untuk menstabilkan sistem di tengah krisis dan memperoleh kembali kekuatan melalui intervensi adat, sehingga tujuan hifz an-nasl tercapai melalui pemulihan fungsi keluarga yang lebih kokoh. Implikasi dari penelitian ini akan memberikan contoh bahwa kearifan lokal mampu menjadi sumber daya sosial yang efektif dalam menjaga keutuhan keluarga.
References
Agisti, Neyza Nur Eisyah, and Hunainah. “Konseling Keluarga Sebagai Pilar Ketahanan Keluarga Di Era Digital: Menjawab Tantangan Dan Peluang.” Jurnal Pendidikan Tambusai 9, no. 2 (2025): 20729–36.
Akbar. “Aktualisasi Makna Sakinah Dalam KEluarga Muslim.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 10, no. 1 (2023): 12–25.
Damayanti, Elvira, Divani ’Aina Nurlita, and Daffa Arjuna Arya Putra. “Perkawinan Dalam Perspektif Hukum Adat Indonesia: Ragam Sistem, Tradisi, Dan Tantangan Modern.” TarunaLaw: Journal of Law and Syariah 3, no. 02 (July 31, 2025): 99–116. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v3i02.448.
Dilova, Gisha, Muhammad Syukron, Siti Anisa Siregar, and Alfiyyah Nur Hasanah. “THE ROLE OF MINANGKABAU WOMEN IN FAMILY AND COMMUNITY IN GENDER FAIR DEVELOPMENT.” JCH (Jurnal Cendekia Hukum) 8, no. 1 (September 30, 2022): 60. https://doi.org/10.33760/jch.v8i1.569.
Khadimi, Nuruddin bin Mukhtar al-. ’Ilm al-Maqashid asy-Syar’iyyah. 1st ed. Riyadh: Maktabah al-’Ibkan, 2001.
L.Irade, Alfa Singgani, Adam, and M. Taufan. “Hakikat Tujuan Pernikahan Dalam Pandangan Hukum Islam.” Prosiding Kajian Islam Dan Integrasi Ilmu Di Era Society 5.0 3, no. 1 (2024): 50–60.
Liza, Awal, Silfia Hanani, and Nofiardi Nofiardi. “Reflection of Islamic Law on Living Al-Hijr When Baganyi in The Community Nagari Canduang Koto Laweh.” GIC Proceeding 1 (July 31, 2023): 338–47. https://doi.org/10.30983/gic.v1i1.134.
Maimun. “Pernikahan Dalam Kompilasi Hukum Islam Dan Perdata.” Jurnal Ilmu Syariah 11, no. 4 (2025).
Muhammad Aṭ-Ṭahir Bin ꜥĀsyūr. Maqāṣid Al-Syarīꜥah Al-Islamiyyah. Amman: Dar al-Nafais, 2001.
Nofiardi, Nofiardi. “Perkawinan Dan Baganyi Di Minangkabau: Analisis Sosiologis Kultural Dalam Penyelesaian Perselisihan.” AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial 13, no. 1 (July 31, 2018): 49–72. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v13i1.1613.
Putri, Lili Dasa. “Gender Implementation in Minangkabau Family.” In Proceedings of the 1st International Conference on Lifelong Learning and Education for Sustainability (ICLLES 2019). Paris, France: Atlantis Press, 2020. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200217.017.
Rahmi, Yulia, Beni Firdaus, and Endri Yenti. “Analysis of Baganyi Tradition in the Perspective of Munakahat Jurisprudence: Husband-Wife Conflict Resolution in Minangkabau Society.” Hukum Islam 24, no. 1 (October 5, 2024): 88. https://doi.org/10.24014/hi.v24i1.31329.
Resti, Nadia, Zainuddin Zainuddin, Irma Suryani, and Siska Elasta Putri. “SLEEP DIVORCE IN MARRIAGE LAW: Study of the Baganyi Case in Nagari Pariangan, Pariangan District, Tanah Datar Regency.” JISRAH: Jurnal Integrasi Ilmu Syariah 5, no. 1 (April 30, 2024): 29. https://doi.org/10.31958/jisrah.v5i1.12138.
Rifai, and Susilawati. “Penguatan Ketahanan Keluarga Muslim Melalui Nilai-Nilai Al-Qur’an.” Jurnal Sosial Dan Keagamaan 9, no. 2 (2023): 45–58.
Sandra, Rica, and Erianjoni Erianjoni. “Konstruksi Masyarakat Terhadap Suami Yang Tidak Bekerja Dalam Keluarga Di Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok.” Jurnal Perspektif 3, no. 2 (April 24, 2020): 246. https://doi.org/10.24036/perspektif.v3i2.231.
Saputri, Apik Anitasari Intan, and Athoillah Islamy. “Nilai-Nilai Maqasid Syariah Dalam Fungsi Keluarga Di Tengah Pandemi Covid-19.” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 19, no. 1 (2021): 1–15. https://doi.org/10.32694/qst.v19i1.899.
Syathibi, Abu Ishaq asy-. al-Muwafaqat fi Ushul asy-Syari’ah. 1st ed. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004.
Walsh, Froma. “Applying a Family Resilience Framework in Training, Practice, and Research: Mastering the Art of the Possible.” Family Process 55, no. 4 (December 6, 2016): 616–32. https://doi.org/10.1111/famp.12260.
———. Strengthening Family Resilience. New York: Guilford Press, 2006.
Yanasti, Silfia. “Status Cerai Tidak Penting: Analisis Sosiologis Perempuan Yang Tidak Menggugat Suaminya Ke Pengadilan Agama.” Jurnal Sosiologi Andalas 7, no. 2 (October 30, 2021): 104–11. https://doi.org/10.25077/jsa.7.2.104-111.2021.
Copyright (c) 2025 Kamelia Tanjung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.