https://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/tadris/issue/feedTadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam2026-01-23T04:26:05+00:00Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, IAINU Tubanredaksitadris@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Tadris is a scientific publication journal published six monthly, June and December, containing studies in the field of research and Islamic education thought.</strong></p> <p>Tadris adalah jurnal publikasi ilmiah terbit enam bulanan, bulan Juni dan bulan Desember, berisi kajian-kajian dalam bidang penelitian dan pemikiran pendidikan Islam.</p>https://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/tadris/article/view/1354PARADIGMA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-212026-01-22T05:34:38+00:00Muhammad Rayfansyahrayfansyahm@gmail.comSri Murhayatisri.murhayati@uin-suska.ac.id<p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik, sekaligus sebagai filter nilai di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur yang relevan, seperti buku, jurnal, artikel, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI tidak cukup berfokus pada aspek kognitif semata, melainkan perlu diintegrasikan dengan keterampilan abad ke-21, yakni <em>critical thinking</em>, <em>communication</em>, <em>collaboration</em>, dan <em>creativity</em> (4C). Integrasi tersebut bertujuan membentuk peserta didik yang religius, cerdas, adaptif, serta mampu menghadapi tantangan era digital. Tantangan utama PAI abad ke-21 meliputi kesenjangan literasi digital, keterbatasan kompetensi guru, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, penguatan literasi digital, serta peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru PAI menjadi agenda penting. Dengan demikian, PAI berperan tidak hanya sebagai sarana internalisasi nilai agama, tetapi juga sebagai pilar utama dalam mencetak generasi berkarakter, berdaya saing global, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa.</p>2026-01-22T05:31:46+00:00Copyright (c) 2026 Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islamhttps://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/tadris/article/view/691STRATEGI GURU PAI DALAM MENGAJARKAN NILAI-NILAI ANTI- RADIKALISME TERHADAP PESERTA DIDIK DI SMP N 2 PALANG 2026-01-22T05:44:44+00:00Much.Machfud Arifmachfud.tuban@gmail.comHibrul Umamhibrulumam81@gmail.comAjeng Diah Puspita Anggraenianggraeniajeng5@gmail.com<p>Gerakan radikalisme yang berujung pada aksi terorisme akhir-akhir ini menjadi semakin penting, khususnya bagi umat Islam Indonesia. Dengan menanamkan suasana tertentu di kalangan penduduk, terorisme merupakan taktik yang berupaya mengubah sistem pemerintahan, sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang ada sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh pelakunya. Karena itu, Islam dianggap sebagai agama kekerasan dan dituduh menggunakan kekerasan untuk menyebarkan ajarannya. Islam dianggap sebagai agama yang berbahaya karena diyakini menimbulkan konflik dan perpecahan. Tugas guru PAI ditekankan pada penguatan materi mental spiritual dan perbaikan akhlaq peserta didik. Oleh karen itu guru pendidikan islam dituntut untuk dapat menanamkan nilai–nilai keislaman dan mencegah tindakan kekerasan pada peserta didik, untuk itu perlu adanya strategi untuk menangkal paham radikal dilingkungan sekolah, oleh karena itu guru PAI bisa mengajarkan nilai-nilai anti-radikalisme kepada peserta didik khusunya di SMP N 2 Palang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (<em>field research</em>) dengan pendekatan kualitatif.</p> <p>Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi guru PAI dilaksanakan untuk menangulangi bahaya paham radikalisme dengan membentuk kebiasaan melalui pengajaran keagamaan, membiasakan berempati pada sesama, menanamkan cinta kepada agama dan tanah air serta memperkuat sikap <em>tasamuh</em> dan <em>tarahum.</em>Penelitian ini memiliki keterbatasan wilayah penelitian yaitu di SMP N 2 Palang, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi. Untuk penelitian selanjutnya bisa meneliti lebih spesifik seperti pengaruh bahaya radikalisme secara komprehensif dan memuat materi nilai-nilai anti radikalisme disetiap pembelajaran disekolah.</p>2026-01-22T05:39:46+00:00Copyright (c) 2026 Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islamhttps://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/tadris/article/view/1071UPAYA GURU PAI MENGATASI PERILAKU HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL 2026-01-23T03:42:14+00:00Abdul Mutholibdulurtholib@gmail.com<p>Penelitian ini berangkat dari anggapan bahwa salah satu dampak buruk media sosial adalah meningkatnya penggunaan ujaran kebencian oleh remaja di media sosial. Diantara pelakunya adalah siswa SMP.Berdasarkan permasalahan tersebut, harus dilakukan tindakan agar fenomena ini menjadi teratasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatsi perilaku ujaran kebencian yang dilakukan siswa di media sosial.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi digunakan dalam proses pengumpulan data. Dalam penelitian ini, analisis data juga melibatkan reduksi data, visualisasi data, dan validasi data.</p> <p>Focus masalah yaitu:1) Bagaimana faktor penyebab perilaku <em>Hate Speech </em>di media sosial siswa SMP?, 2) Bagaiman upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi perilaku <em>Hate Speech </em>di media sosial siswa SMP?</p> <p>Adapun tujuan penilitan adalah 1) Untuk mengetahui factor penyebab perilaku <em>Hate Speech </em>di media sosial siswa SMP. 2) Untuk mengetahui upaya guru Pendiidkan Agama Islam dalam mengatasi perilaku <em>Hate Speech </em>di media sosial siswa SMP.</p> <p>Hasil penelitian yakni: 1) factor yang memengaruhi perilaku <em>hate speech </em>di media social adalah tidak bisa mengontrol emosi dan juga faktor pertemanan. 2) Upaya guru dalam mengatasi perilaku <em>hate speech </em>di media social adalah literasi keagamaan yang dilakukan setiap hari sabtu dan senin agar siswa dapat menggunakan media social dengan bijak dan bisa memperdalami pembelajaran keagamaan.</p>2026-01-23T03:39:10+00:00Copyright (c) 2026 Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islamhttps://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/tadris/article/view/1051TREN DAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN AGAMA : PERAN MAJELIS TAKLIM DAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR'AN DALAM SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN2026-01-23T03:57:10+00:00Rizky Firdausia Rose Ananda literacywithmuzayyanahsadiyah@gmail.com<p>Studi ini menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam sangat penting untuk membentuk karakter dan moral seseorang. Selain itu, penelitian ini melihat bagaimana Majelis Taklim dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) berfungsi dalam sistem pendidikan pesantren Indonesia. Studi ini menggunakan studi literatur sebagai metode penelitian, dan berbagai buku dan jurnal digunakan sebagai sumber rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah dan perkembangan Majelis Taklim dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) menunjukkan bahwa mereka berasal dari pendidikan yang dimulai di masjid-masjid dan pondok pesantren, dan sejak itu telah menyebar ke seluruh masyarakat dan memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan agama Islam.</p>2026-01-23T03:50:41+00:00Copyright (c) 2026 Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islamhttps://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/tadris/article/view/1329EFEKTIVITAS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH YANG DITERAPKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SDN 2 WONOREJO 2 LAWANG2026-01-23T04:12:55+00:00Afiyatus Sa’adahafiyatus.saadah.2201216@students.um.ac.idAqmalia Dinar Fitrianisaaqmalia.dinar.2201216@students.um.ac.idDebora Ayu Monicadebora.ayu.2201216@students.um.ac.idFaradila Ramadhani faradila.ramadhani.2201216@students.um.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN 2 Wonorejo 2 Lawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan demokratis-manajerial berbasis partisipatif dan strategi coaching. Gaya kepemimpinan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kolaborasi guru, supervisi akademik, inovasi metode mengajar, serta pencapaian prestasi siswa baik secara akademik maupun non-akademik. Kepala sekolah menggunakan rapor pendidikan dan forum “hari belajar guru” sebagai instrumen evaluasi dan pembinaan sehingga permasalahan pembelajaran dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara kolaboratif. Kendala yang dihadapi meliputi resistensi sebagian guru, kurangnya dukungan wali murid, serta rendahnya motivasi sebagian siswa. Kendala diatasi melalui rapat rutin, diskusi dengan komite sekolah, serta pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, gaya kepemimpinan yang diterapkan terbukti efektif dalam peningkatan kualitas pembelajaran.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> kepemimpinan kepala sekolah, kualitas pembelajaran, gaya demokratis, supervisi akademik.</p>2026-01-23T04:03:42+00:00Copyright (c) 2026 Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islamhttps://ejournal.iainutuban.ac.id/index.php/tadris/article/view/1109KONSEP PEMURNIAN AKIDAH ISLAM AL-ASY’ARI PADA ERA KLASIK2026-01-23T04:26:05+00:00Desni Mardiah24204011040@student.uin-suka.ac.idMahmud Arifdrmahmud.arif@uin-suka.ac.id<p class="abstrak"><span style="font-size: 12.0pt;">Pemurnian akidah merupakan upaya untuk menjaga kemurnian keyakinan umat Islam dari pengaruh pemikiran yang menyimpang. Pada era klasik, Abu Hasan Al-Asy'ari tampil sebagai tokoh penting dalam menanggapi dominasi rasionalisme Mu'tazilah yang dinilai menyimpang dari prinsip dasar ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang perubahan pemikiran Al-Asy'ari, menjelaskan konsep akidah Asy'ariyah yang menggabungkan antara wahyu dan akal, serta menganalisis pengaruhnya terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telah terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Asy'ari meninggalkan Mu'tazilah karena menemukan kelemahan logika dalam ajaran mereka, lalu merumuskan teologi yang moderat dan inklusif. Pemikiran tersebut terbukti berpengaruh luas, terutama dalam sistem pendidikan pesantren yang mengajarkan kitab-kitab berhaluan Asy'ariyah dan dalam program moderasi beragama di Indonesia. Kesimpulannya, pemikiran Al-Asy'ari tidak hanya berhasil mencapai akidah dari ekstremisme rasional, tetapi juga membentuk fondasi teologi Islam moderat yang tetap relevan hingga masa kini.</span></p>2026-01-23T04:16:42+00:00Copyright (c) 2026 Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam