Perilaku Beragama Komunitas Jamaah Majelis Ar-Rabbani Jakarta Barat
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran pembimbing agama dalam meningkatkan perilaku beragama jamaah Majelis Ar-Rabbani di Pedongkelan, Jakarta Barat. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan tiga jamaah dan dua pembimbing agama yang dipilih berdasarkan kriteria usia dan pengalaman perilaku menyimpang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk menggali pengalaman subjek secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Ar-Rabbani berperan sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial melalui kegiatan rutin seperti tawashul, pengajian Al-Qur’an, dan pembacaan kitab kuning yang dilaksanakan secara partisipatif dengan metode sharing. Pembimbing agama menjalankan dua peran utama, yaitu sebagai motivator yang menanamkan nilai-nilai Islam dan membangkitkan kesadaran ibadah, serta sebagai mediator yang memfasilitasi penyelesaian konflik sosial jamaah. Peran ganda ini terbukti efektif dalam mendorong transformasi moral dan spiritual jamaah, termasuk mereka yang memiliki latar belakang kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba, yang ditandai dengan peningkatan kedisiplinan ibadah, kesopanan dalam interaksi sosial, serta kemampuan memilih pergaulan yang positif. Temuan ini menegaskan bahwa pembinaan keagamaan yang konsisten, inklusif, dan berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi model strategis dalam memperkuat ketakwaan, membentuk karakter, serta mendukung reintegrasi sosial individu ke arah kehidupan yang lebih baik.
References
Budiraharjo, M. (1997). Pembinaan perilaku keagamaan masyarakat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Darajat, Z. (2005). Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.
Eysenck, H. J., & Wilson, G. D. (1982). The psychology of religion: A deductive study. New York: Springer.
Hasbiansyah, O. J. M. J. K. (2008). Pendekatan fenomenologi: Pengantar praktik penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 163-180.
Isaacs, W. (2004). Dialogue and the art of thinking together. New York: Currency.
Iswati. (2018). Karakteristik Ideal Sikap Religiusitas Pada Masa Dewasa. Jurnal At-Tajdid, 2(1).
Lutfi, M. (2008). Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan (Konseling) Islam. Jakarta: Lembaga Penelitian Syarif Hidayatullah.
Santrock, J. W. (2003). Adolescence (9th ed.). Boston, MA: McGraw-Hill.
Umar & Sartono, (1998). Bimbingan dan Penyuluhan. Bandung: CV Pustaka Setia.
