Media Sosial Instagram Sebagai Wadah Self Disclosure
Abstract
Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah membentuk budaya komunikasi baru di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku self-disclosure (pengungkapan diri) yang dilakukan oleh mahasiswi Program Studi Psikologi Islam IAINU Tuban melalui fitur Instagram Story pada second account (akun kedua). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi teori Wheeless: amount, intent, honesty, depth, dan valence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure di second account dilakukan dengan frekuensi tinggi, tujuan emosional (cathartic), tingkat kejujuran yang relatif tinggi, kedalaman emosional yang signifikan, serta dominasi konten bermuatan emosi negatif seperti kecemasan, kelelahan, dan kekecewaan. Akun kedua menjadi ruang aman bagi mahasiswi untuk mengekspresikan diri secara lebih otentik dan selektif, sebagai bentuk coping mechanism terhadap tekanan akademik dan sosial. Namun demikian, pengungkapan diri juga mengandung risiko psikologis dan sosial, seperti kecemasan pasca-unggahan, serta kekhawatiran terhadap pelanggaran privasi. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi digital, pengelolaan identitas diri, dan edukasi etika bermedia sosial dalam konteks pendidikan tinggi, guna mendukung kesehatan mental serta perkembangan sosial mahasiswa di era digital.
References
Fujiawati, S., & Raharja, S. (2021). Narsisme digital dan pencarian validasi sosial di media sosial. Jurnal Psikologi Sosial, 9(1), 41–55.
Johana, F., Rachmawati, F., & Marlina, L. (2020). Self-disclosure dan representasi diri di media sosial. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(1), 45–60.
Kristanti, R., & Eva, N. (2022). Privasi dan keamanan pengguna media sosial di era digital. Jurnal Cyberpsychology Indonesia, 4(1), 89–104.
Luo, M., & Hancock, J. T. (2020). Self-disclosure and impression management on social media. Journal of Computer-Mediated Communication, 25(1), 60–74.
Satata, M., & Shusantie, D. (2021). Representasi identitas digital dalam Instagram. Jurnal Sosioteknologi, 20(3), 521–534.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yurindah, R., Lestari, R., & Nugraha, A. (2019). Perkembangan fitur Instagram dan pengaruhnya terhadap komunikasi remaja. Jurnal Komunikasi Digital, 4(2), 112–128.
