MAKNA SIMBOLIK “BULAN SURO” KENDURI DAN SELAMATAN DALAM TRADISI ISLAM JAWA

  • Emi Fahrudi
  • Jauharotina Alfadhilah
Keywords: Budaya, Suroan, Kenduri, Selamatan

Abstract

Abstrak

Tradisi merupakan suatu bentuk upacara tradisional yang dilakukan dikalangan masyarakat dan sudah menjadi budaya yang sulit untuk dihilangkan terutama bagi masyarakat khususnya di Jawa. Budaya   yang   dimiliki   oleh   manusia   dapat   berkembang   seiring   dengan   perkembangan   zaman. Budaya   pada   dasarnya   merupakan   hasil   karya   manusia,   baik   berbentuk   nilai-nilai,   aktivitas manusia   dan   benda.  Islam   dipercayai   oleh   pengikutnya   sebagai   agama   yang   universal,   dapat diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi  apapun. Dalam bentuk acara tradisi diantaranya adalah makna “bulan suro”, kenduri dan selamatan. Kenduri atau kenduren merupakan tradisi Jawa lama yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh suku Jawa di mana saja mereka berada. Budaya kenduri merupakan bentuk ekspresi spiritual masyarakat Jawa dan sebagai ajang untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kenduri yang dilakukan dalam tradisi masyarakat Jawa yang diniatkan sebagai sedekah dalam bentuk makan – makan setelah berdo’a dan bersyukur, sejalan dengan ajaran Nabi  Muhammad SAW yang   menganjurkan   umatnya   agar  mau   berbagi terhadap sesamanya dalam bentuk jamuan upacara adat. Sedangkan selamatan adalah sebuah tradisi ritual yang hingga saat ini juga masih tetap dilestarikan oleh sebagian masyarakat di Jawa salah satunya upacara adat ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah dan karunia yang diberikan oleh Allah.

Kata Kunci : Budaya, Suroan, Kenduri, Selamatan.

Published
2023-01-20
Section
Articles