MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA

  • Mira Shodiqoh STIT Makhdum Ibrahim Tuban
  • Fashi Hatul Lisanyah STIT Makhdum Ibrahim Tuban

Abstract

Keluarga adalah tempat pertama dalam membentuk kepribadian manusia dan tempat di mana ia mendapatkan kasih sayang, menumbuhkan perasaan, dan mengetahui cita-cita. Orang tua adalah anggota keluarga paling awal dan pertama yang terlibat dalam pembentukan kepribadian. Orang tua (bapak dan ibu) memegang peranan penting dan sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak-anaknya, karena sejak lahir kedua orang tua adalah orang yang mendampingi mereka. Ibu adalah sosok pertama yang dikenal dan ditiru oleh temperamen anaknya. Oleh karena itu dalam ajaran Islam tanggung jawab mendidik anak sebenarnya dimulai ketika seseorang memilih pasangan hidup (istri). Artikel ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana pengelolaan pendidikan agama dalam keluarga, 2. Bagaimana pengelolaan pendidikan agama pada anak, 3. Bagaimana pengelolaan pendidikan agama pada remaja, dan 4. Bagaimana pengelolaannya. pendidikan agama pada orang tua. Pengelolaan pendidikan agama pada anak merupakan langkah awal yang baik untuk menanamkan nilai-nilai agama agar anak yang tumbuh dengan prinsip akhlak yang baik, aqidah, beribadah dan mendidik anak sejak dini akan menghasilkan output yang maksimal. Pengelolaan pendidikan remaja membutuhkan pengawasan dari orang tua yang begitu serius dengan menanamkan kegiatan seperti klub remaja, majelis Islam, kegiatan aktif di masjid, atau kegiatan bernuansa islami terhadap remaja sebagai salah satu bentuk pembentukan karakter. Hal ini untuk menghindari perilaku negatif terhadap remaja. Manajemen pendidikan pada orang tua didasarkan pada berbagai pendekatan. Ini dapat dilakukan untuk siapa saja seperti pendekatan yang rasional, persuasif, masuk akal, dan spiritual

References

Ahyadi, Abdul, Aziz. 1995. Psikologi Agama. Bandung: Sinar Baru Al Gesindo.

Alaludin. 2002. Psikologi Agama. Jakarta; Raja Grafindo Persada.

Anwar, dan Arsyad Ahmad. 2007. Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung. Alfabeta.

Daradjat, Zakiah. 1996. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.

Haidar, Putra, Baulay dan Nurgaya. 2012. Pendidikan Islam Dalam Mencerdaskan Bangsa. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Hari Soetjiningsih, Christina, 2018. Psikologi Perkembangan, Perkembangan Anak. Depok: Prenada Group.

Jalaluddin. 2012. Psikologi Agam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Latief, I. N. A., & Hafni, N. D. 2017. Pola Pendidikan Keluarga dalam Membendung Gaya Hidup Hedonis di Lingkungan Perindustrian. Tadris: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam, 9(1), 71-86.

Mutohar, Prim Masrokan. 2013. Strategi Peningkatan Mutu dan Saing Lembaga Pendidikan Islam. Jogjakarta: Ar Ruzz Media.

Nata, Abudin. 2014. Metodologi Studi Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Qomar, Mujamil. 2015. Dimensi Managemen Pendidikan Islam, Jakarta: Erlangga

Qomar, Mujamil. 2007. Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Erlangga.

Raharjo. 2012. Pengantar Ilmu Jiwa Agama. Semarang. Pustaka Rizki Putra.

Wahab, Rahmalina. 2010. Psikologi Agama, Palembang:CV. Grafika Telindo.

Yusuf, Kadar. 2013. Tafsir Tarbawi, Jakarta: Bumi Aksara.

Yusuf, Syamsu.2011. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosdakarya.

Zuhdiyah. 2012. Psikologi Agama, Yogyakarta: Pustaka Felicha

Published
2020-12-30
How to Cite
Mira Shodiqoh, & Fashi Hatul Lisanyah. (2020). MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA. Tadris : Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan Islam, 14(2), 12-30. https://doi.org/10.51675/jt.v14i2.93