PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI BEKAL MORAL DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA

  • Isnawati Nur Afifah Latif IAINU Tuban

Abstract

Pendidikan Agama Islam bertujuan membentuk generasi berakhlak mulia. Pancasila adalah dasar negara Indonesia dengan sila pertama menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini menunjukkan bahwa negara ini menghormati Agama. Berdasar hal ini, Pendidikan Agama Islam sebagai pembentuk moral generasi Indonesia, yang merupakan generasi mayoritas. Indonesia bukan negara agama, tetapi menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa di urutan prioritas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Peneliti menemukan bahwa negara sekuler pun menempatkan pendidikan Agama, menjalani keyakinan dan kepercayaan sebagai bekal penting warganegaranya, dan dijamin oleh hukum negara. Agama, keyakinan, kepercayaan mempengaruhi psikologis dan kualitas individu yang berpengaruh pada kemajuan negara. Mengikuti penjelasan di atas/sebelumnya, Sistem Pendidikan Nasional menjadi pedoman pelaksanaan Pendidikan Agama Islam, sehingga output pendidikan yang ditarget sesuai dengan tujuan negara Indonesia. Kemudian keberadaan Kurikulum penting mengarahkan keberlangsungan Pendidikan Nasional tersebut.

References

Dhaifi, Ahmad. 2017. Perkembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Jurnal Edureligia, Volume 1, Nomor 1, Halaman: 76-88.

Geinaghi, Akram, Akram Sanago, and Leila Joubary. 2018. The Relations between Beliefs, Social Support and Optimisme inStudents of Golestan University in Medical Sciences”. Journal of Medical Education, Volume1, Nomor 2, Halaman: 26-29.

Genc, Muhammad Fatih, Ina ter Avest, and Siebren Miedema. 2011. Religious Education in Two Secular Multicultural Societies: Turkish and Dutch case Compared. Procedia Social and Behavioral Sciences 15 Halaman : 801-805.

Hasan, Mochamad Sya'roni. 2017. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Terpadu di Sekolah. Jurnal Al-Ibrah Volume 2 Nomor 1 Halaman : 60-87.

Hidayati, Wiji. 2016. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Jenjang SMA Bermuatan Keilmuan Integrasi Interkoneksi. Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 2, Nomor 1, Halaman: 195-225.

Ibnu Khaldun, Abdurahman. 2003. Muqaddimah Ibnu Khaldun. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah”.

Khoiri, Miftahul. 2020. Pengembangan Pendidikan Agama Berbasis Budaya Sekolah dalam Mengatasi Problematika pendidikan Agama. Tarlim Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 3. Nomor 1 Halaman: 39-50.

Lubis, Syaiful Akhyar. 2017. Islamic Education in Indonesia and Malaysia: The Existance and Implementation until 20th Century”. Edukasi: Jurnal Penelitian Agama dan Keagamaan Volume 15, Nomor 1 Halaman 1–12.

Mahfud, Choirul. 2019. Evaluation of islamic education curriculum policy in Indonesia. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 1 Halaman : 34 – 43.

Melnyk, Bernadette Mazurek, Caitlin Selvin, Lisa Millitelo, Jacqueline Hoying, Alice Teall, and Colleen McGover. 2014. Physical Health, Lifestyle Beliefs and Behaviors, and Mental Health of Entering Graduate Health Professional Students: Evidence to Support Screening and Early Intervention. Journal of the American Association of Nurse Practisioners 28 Halaman: 204-211.

Mu'ti, Abdul. 2016. Akar Pluralisme dalam Pendidikan Muhammadiyah”. Jurnal Afkaruna Volume 12. Nomor 1 Halaman: 1-42.

Noorzanah. 2017. Konsep Kurikulum dalam Pendidikan Agama Islam. Jurnal Ittihad Volume 15, Nomor 28 Halaman: 68-74.

Pelupessy-Wowor, Jennifer. 2016. The Role of Religious Education in Promoting Religious Freedom: A Mutual Enrichment Between 'My Story,' “Your Story,' and 'Our Stories'.” The Review of Faith & International Affairs 14.4 Halaman :98-106.

Rustan, Edhy, Nurul Hanifah, and Bulu' Kanro. 2018. De-radicalization in the Implementation of Islamic Education Curriculum in SMA Masamba South Sulawesi. Jurnal Dinamika Ilmu Volume 16. Nomor2 Halaman :271-283.

Saerozi, Muhammad. 2014. Historical Study on The Changes of Religious and Moral Education in Indonesia. Journal of Indonesian Islam Volume 8. Nomor 1 Halaman: 39-58.

Shodiqoh, Mira dan Fasihatul Lisaniyah. 2020. Menejemen Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga. Jurnal Tadris, vol 14, No. 22, Halaman 12 – 30

Sukardi, Ismail. 2016. Character Education Based on Religious Values: an Islamic Perspective. Ta'dib: Journal of Islamic Education Volume 21 Nomor 1 Halaman : 41-58.

Sunarni, Dwi Hayantina dan Tita Rosita. 2018. The Parent Role in Early Childhood in Character Building (Descriptive Studi at SPS Dahlia Desa Sundawenang Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi)”. Jurnal Empowerment Volume 7. Nomor2 Halaman: 319-327.

Supriadi, Cecep. 2015. Relasi Islam dan Negara: Wacana Keislaman dan Keindonesiaan”. Jurnal Kalimah Volume 13. Nomor 1 Halaman: 199-221.

Syah, Muhammad Noor Sulaiman. 2016. “Challenges of Islamic Education in Muslim World: Historical, Politic and Socio-cultural Perspective” Qudus International Journal of Islamic Studies Volume4.Nomor1 Halaman: 82-105.

Sya'bani, Mohammad Ahyan Yusuf. 2018 Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Persfektif Pendidikan Nilai. Jurnal Tamaddun Volume 19. Nomor 2: 101-114.

Syihabuddin and Aam Abdussalam.2015. Islamic Education: Its Concept and Their Implementation in The Current Context. Tarbiya: Journal of Education in Muslim Society Volume 2. Nomor 1 Halaman : 23-34.

Wafi, Abdul. 2017. Konsep Dasar Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jurnal Edureligia Volume 1. Nomor 2 Halaman: 133-139.

Zamri, dan Abdul Mu'ati. 2019. From Inculcating Islamic Values To Rahmatan Lil Alamin”: Promulgating Various Approches of Islam in Malaysia. Journal of Malay Islamic Studies Volume 3. No 2 Halaman: 29-48
Published
2021-08-19
How to Cite
Isnawati Nur Afifah Latif. (2021). PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI BEKAL MORAL DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA. Tadris : Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan Islam, 15(1), 36-51. https://doi.org/10.51675/jt.v15i1.125