Hukum Perkawinan di Masyarakat Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat (Analisis Produk Hukum Perkawinan Masyarakat Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat)

  • Arif Sugitanata Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Suud Sarim Karimullah Gümüşhane üniversitesi, Turkiye
  • Heru Sunardi Univeristas Islam Negeri Mataram
Keywords: Hukum Perkawinan, Suku Sasak, Lombok

Abstract

Artikel ini membahas mengenai Hukum Perkawinan di Masyarakat Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat (Analisis Produk Hukum Perkawinan Masyarakat Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat). Fokus perhatian pada kajian ini ialah apa saja Produk Hukum Perkawinan Masyarakat Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat. dengan menggunakan studi kepustakaan sebagai pisau bedah kajian yang data-data primernya diolah secara kualitatif dengan metode deskriptif analisis di mana bersumber pada buku dan jurnal yang berkaitan dengan tema yang dikaji. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produk hukum perkawinan dalam masyarakat suku Sasak dari sebelum merariq (perkawinan) hingga setelah merariq sampai Beseang (perceraian) dapat klarifikasi menjadi beberapa bagian yakni, Pade Saling Meleq, Midang, Pesopoq Janji, Bebait, Nyelabar, Membait bande, Bekawin, Ngantung Aji Kerame, Begawe, Nyongkolan, Beseang, Umur merariq, Bemadu.

 

References

Abdul Aziz Muhammad Azzam Dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, Fiqh Munakahat: Khitbah, Nikah Dan Talak, Jakarta: Amzah, 2009.

Abdur Racḥman Gaẓâly, Fikih Munakahat, Jakarta: Kencana, 2006.

Agustina Nurhayati, “Pernikahan Dalam Perspektif AL-Qur’an”, ASAS, Vol. 3, No. 1, Januari 2011.

Ahmad Abdul Sukur, Islam dan Kebudayaan Sasak ; Studi Tentang Akulturasi Nilai-Nilai Islam Dalam Kebudayaan Sasak, Disertasi, Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2002.

Ahmad Rajafi, Nalar Hukum Keluarga Islam Indonesia, Yogyakarta, Istana Publising, 2015.

Al-Hamdani, Risalah Nikah, terjemahan Agus Salim, Jakarta: Pustaka Amani, 2002.

Ali Mansur, Hukum dan Etika Pernikahan Dalam Islam, Malang: UB Press, 2017.

Ali Yusuf As-Subki, Fiqh Keluarga Pedoman Berkeluarga Dalam Islam, Jakarta: AMZAH, 2010.

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia Antara Fiqh Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan, Jakarta: Prenada Media, 2006.

Arif Sugitanata, “Larangan adat nyongkolan dalam perkawinan masyarakat Sasak Lendang Beso pada masa pandemi COVID-19.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 13, No. 1, 2020.

Arif Sugitanata, “Memberikan Hak Wali Nikah Kepada Kyai: Praktik Taukil Wali Nikah Pada Masyarakat Adat Sasak Sade”, Jurnal Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 12, No. 2, 2019.

Arif Sugitanata, “Product Renewal in the Field of Family Law in Indonesia”, Law and Justice, Vol. 6, No. 1, 2021.

Arif Sugitanata, Siti Aminah, Ahmad Muhasim “Empowering Women: Weaving Skills As Marriage Requirement In Sasak Sade Muslim Society, West Nusa Tenggara “, Jurnal Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 15, No. 1, 2022.

Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni dan Wahab, “Perkawinan Poligami di Desa Sereneng Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah”, Historis, Vol. 2, No. 1, 2017.

Azhari, Doni, Arif Sugitanata, and Siti Aminah. “Trend Ajakan Nikah Muda: Antara Hukum Agama dan Hukum Positif.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, Vol, 3. No, 1, 2022.

Hamzan Wahyudi, “Tradisi Kawin Cerai yang ada pada Masyarakat Adat Sasak Lombok”, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro.

J. Shodiq, Misno dan Abdul Rosyid, “Pernikahan Beda Agama Menurut Imam Madzhab dan Hukum Positif di Indonesia”, Al-Maslahah: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, Vol. 7, No. 1, Agustus 2019

Jamaludin, Jamaladun, dan Arif Sugitanata, "Tradisi Ngorek Pada Upacara Nyongkolan Perkawinan Adat Sasak Tanak Awu." Al-Hukama' , Vol. 10, No. 2. 2020.

Khoiruddin dkk, Pengantar Hukum Keluarga, Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2006.

Khoiruddin Nasution, Hukum Perkawinan I: Dilengkapi Perbandingan UU Negara Muslim Kontemporer, Yogyakarta: ACAdeMIA+TAZZAFA, 2005.

M. A. Tihami dan Sohari Sahrani, Fikih Munakahat: Kajian Fikih Lengkap, cet-5, Depok: Rajawali Pers, 2018.

M. Fachir Rahman, Kerajaan-kerajaan Islam di Nusa Tenggara Barat, Mataram: Alam Tara Institute, 2014.

M. Fachrir Rahman, Pernikahan di Nusa Tenggara Barat antara Islam dan Tradisi, Mataram: LEPPIM IAIN MATARAM, 2013.

Mahmud Yunus, Hukum Perkawinan Dalam Islam: Menurut Madzhab Syafi’i, Hanafi, Maliki Dan Hambali, Jakarta: Al Hidayah, 1956.

Mardani, Hukum Keluarga Islam di Indonesia, Jakarta: Hukum Keluarga Islam Di Indonesia, 2016.

Muhammad Hasyim Asy’ary, Fikih Munakahat Praktis: Terj. Kitab Dhau’ al-Misbah fi Bayan Ahkam al-Nikah, terj. Rosidin, Malang: Literia Ulul Albab, 2013.

Muhammad Jawad Mugniyyah, Al Ahwal Al Sakhsiyyah, Beirut: Dar Al ‘Ilmi Lil Malayin.

Muhammad Saleh Ridwan, “Perkawinan di Bawah Umur (DINI)”, Jurnal Al-Qadau, Vol. 2, No. 1, 2015.

Nur Yasin, Hukum perkawinan Islam Sasak, Cet. Ke-1, Malang: UIN-Malang Pres, 2008.

UUP No. 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UUP no. 1 Tahun 1974 pasal 7 ayat (1)

Q.S Az-Zariyat (51) ayat 49.

Ratu Muti’ah Ilmalia, I Nyoman Putu Budiartha, dan Diah Gayatri Sudibya, “Pelaksanaan Tradisi Perkawinan Merariq (Besebo) Suku Sasak di Lombok Timur”, Jurnal Interpretasi Hukum, Vol, 2. No. 3, Desember 2021.

Saladin, “Tradisi Merarik Suku Sasak di Lombok Dalam Persepektif Hukum Islam,” Jurnal Al-Ihkam, Vol. 8 No. 1 2013.

Sudriman dkk., Prosesi Perkawinan Masyarakat Gumi Sasak, NTB: KSU Primaguna, 2012.

Sulaiman Al-Mufarraj, Bekal Pernikahan: Hukum, Tradisi, Hikmah, Kisah, Syair, Wasiat, Kata Mutiara, Alih Bahasa, Kuais Mandiri Cipta Persada, Jakarta: Qisthi Press, 2003.

Taufik Sofyan dan Muhammad Zaini, “Perceraian Suku Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat”, Alasama: Jurnal Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah, Vol. 1, No, 2, 2019.

Tim Penyusun Monografi Daerah Nusa Tenggara Barat (Depdikbud RI), “Monografi Daerah Nusa Tenggara Barat”, Jilid I, Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan RI, 1997.

Umar Haris Sanjaya dan Aunur Rahim Faqih, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Yogyakarta: Gama Media, 2017.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Pasal 1.

Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019

Teeuw, Lombok, En Dialect Geografisch Studie, VK.1. Dell XXV, S. Gravenh ge, Martinus Nijhoff, 1958.

Wagiyem, “Studi Analisis Tentang Nikah Sirri (Komparasi Antara Fiqh Munakahat Dan Hukum Positif di Indonesia), Al-Maslahah, Vol. 13, No. 2, Oktober 2017.

Wahbah Az-Zuhaili, Al Fiqh Wa Adhillatuhu Jilid 9, terj. Abdul Hayyie Al Kattani dkk, Jakarta: Gema Insani, 2010.

Wasman Dan Wardah Nuroniyah, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia Perbandingan Fiqih Dan Hukum Positif, Yogyakarta: Teras, 2009.

Zuhdi M. Arifin, Praktik Merariq: Wajah Sosial Masyarakat Sasak, Mataram: LEPPIM IAIN MATARAM, 2012.

Zulfatun Ni’mah, “Praktik Perceraian Sepihak pada Masyarakat Sasak di Pulau Lombok”, Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, Vol. 51, No. 2, (Desember 2017), hlm. 307-344.

Published
2023-04-27
Section
Articles