Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Konsep Kesetaraan Gender Perspektif Maqasid Syariah

  • Muhammad Fuad Mubarok UIN Raden Intan Lampung
  • Agus Hermanto Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung
Keywords: Hak dan Kewajiban, Kesetaraan Gender, Maqasid Syariah

Abstract

Pada dasarnya dalam konsep perkawinan, suami istri mempunyai hak dan kewajibannya masing-masing sebagai pasangan. Relasi dan interaksi yang baik antara suami dan istri adalah sebuah cara untuk menwujudkan kebahagiaan dan ketenangan dalam rumah tangga (sakinah). Selain itu, perlu adanya keseimbangan pemenuhan hak dan kewajiban antara suami istri. Pemenuhan hak dan kewajiban tersebut diharapkan dapat mewujudkan rumah tangga yang sakinah. Secara garis besar, hak dan kewajiban dalam perkawinan meliputi dua hal. Yaitu, hak dan kewajiban dalam hal ekonomi serta hak dan kewajiban dalam bidang non-ekonomi. Yang pertama berkaitan dengan mahar (maskawin) dan yang kedua meliputi aspek-aspek relasi seksual dan relasi kemanusiaan. Fokus dalam penelitian ini adalah mengkaji hak dan kewajiban suami istri dalam konsep kesetaraan gender perspektif maqasid syariah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hak dan kewajiban suami istri dalam konsep gender perspektif maqasid syariah. Penelitian ini merupakan kajian pustaka, jenis kualitatif dengan pendekatan maqasid syariah. Adapun hasil penelitian ini adalah dalam rumah tangga harus mengedepankan keadilan, kesalingan seperti yang ditawarkan konsep kesetaraan gender. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya kesadaran dari kedua belah pihak supaya hak dan kewajiban sebagai suami istri dapat terpenuhi. Sesungguhnya dalam ajaran Islam tidak, antara laki-laki dan perempuan dibedakan, apalagi mendiskriminasikan salah satu pihak. Bahkan ajaran Islam membawa kemaslahatan dan kerahmatan seluruh alam (rahmatan li al-alamin). Dengan demikian, maka lima prinsip dalam maqasid syariah bisa tetap terjaga, yaitu: hifdzu ad-din, hifdzu al-nafs, hifdzu al-aql, hifdzu al-mal, hifdzu an-nasl.

References

Abadi, Fairuz. Al-Qamus al-Muhith. Beirut: Muassasah al-Risalah, 1987.

Al-Fasi, Alal. Maqashidal-Syari’ah al-Islamiyah wa Makarimaha. Dar al-Gharb al-Islami, 1993.

Al-Muqri, Ahmad bin Muhammad bin Ali al Fayumi. Al Mishbah al Munir Fi Gharib al Syarh al Kabir li al Rafi’I. Beirut: Maktabah Lubnan, 1987.

Aziz, Muhammad. “Metode Identifikasi Maqashid Al-Shariah Muhammad Tahir bin Ashur.” Jurnal Studi Keislaman 1, no. 1 (2014).

Aziz, Muhammad, dan Sholikah. “Metode Penetapan Maqoshid Al-Syari’ah (Study Pemikiran Abu Abu Ishaq al-Syatibi.” Ulul Albab: Jurnal Studi Islam 14, no. 2 (2013). https://doi.org/https://doi.org/10.18860/ua.v14i2.2655.

Bakri, Asafri Jaya. Maqhasid Syariah Menurut As-Syathibi. Jakarta: Raja Grafindo Persada, n.d.

Chapra, Umar. The Islamic Vision of Development in the Light of Maqasid Al-Shariah. IDB, 2008.

Fuad Mubarok, Muhammad, Ahmad Sukandi, dan Maimun. “Analisis Terhadap Pemikiran Husein Muhammad Tentang Konsep Poligami.” El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law 3, no. 1 (2022): 75–93. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v3i1.12757.

Engineer, Asghar Ali. Hak-hak Perempuan dalam Islam. terj. Farid Wajidi dan Cici Farkha Assegaf. Yogyakarta:Yayasan Bentang Budaya. 1994.

Hafidz, Maida. “Penerapan Teori Qira’ah Mubadalah terhadap Analisis Waktu dan Jumlah Jatuhnya dalam Konsep Talak Tiga.” Tasamuh: jurnal Studi Islam 14, no. 1 (2022): 22–46. https://doi.org/https://doi.org/10.47945/tasamuh.v14i1.584.

Hermanto, Agus, Habib Ismail, dan Iwanuddin. “Menjaga Nilai-nilai Kesalingan dalam Menjalankan Hak dan Kewajiban Suami Istri Perspektif Fikih Mubadalah.” Al-Mawarid: Jurnal Syari’ah dan Hukum 4, no. 1 (2022): 43–56. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/mawarid.vol4.iss1.art3.

Hidayatulloh, Haris. “Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Al-Qur’an.” Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 2 (2020): hal.145.

Muhammad, Husein. Fiqih Perempuan: Refleksi Kiai atas Tafsir Wacana Agama dan Gender. Yogyakarta: IRCiSod, 2020.

------. Poligami: Sebuah Kajian Kritis Kontemporer Seorang Kiai. Yogyakarta: IRCiSod, 2020.

Mulia, Siti Musdah. Islam dan Inspirasi Kesetaraan Gender. Yogyakarta: Kibar Press. 2007.

-----. Muslimah Reformis-Perempuan Pembaharu Keagamaan. Bandung: Mizan. 2004.

Nasution, Khoiruddin. Hukum Perkawinan I: Dilengkapi Perbandingan UU Negara Muslim Kontemporer. Yogyakarta: ACAdeMIA & Tazzafa, 2005.

Nurnazli. “Penerapan Kaidah Maqâshid Syariah Dalam Produk Perbankan Syariah.” Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 7, no. 1 (2014). https://doi.org/https://doi.org/10.24042/ijpmi.v7i1.917.

Qardhawi, Yusuf. Fiqh Maqasid Syariah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2007.

Setiawan, Parta. “Metode Penelitian Hukum Pengertian, Macam, Normatif, Empiris, Pendekatan, Data, Analisa, Para Ahli.” gurupendidikan.com, 2022. https://www.gurupendidikan.co.id/metode-penelitian-hukum/.

Shidiq, Ghofar. “Teori Maqasid al-Syari’ah dalam Hukum Islam.” Sultan Agung 14, no. 1 (2009).

Siregar, Nirmala Sari, dan Fitriani Lubis. “Hubungan Kemampuan Membedakan Paragraf Deduktif Dan Paragraf Induktif Dengan Kemampuan Menulis Berita Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Medan Tahun Pembelajaran 2016/2017.” Basastra 6, no. 3 (2017): 159. https://doi.org/10.24114/bss.v6i3.7817.

Subekti, Muhammad. “Kesetaraan Suami dan Istri dalam Kehidupan Rumah Tangga”. Tesis. UIN UIN Sunan Kalijaga. 2017.

Syatiby, Al-. al-Muwafaqat fi Ushul al- Fiqh. Kairo: Mustafa Muhammad, n.d.

Zed, Mestika. Metode Peneletian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004.

Zuhaili, Wahbah. Ushul Fiqh al-Islami. Beirut: Darul Fikri, 1986.

Published
2023-04-27
Section
Articles